JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO https://jurnal.jikma.net/index.php/jikma <p data-start="186" data-end="561"><strong data-start="186" data-end="221">Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKMA)</strong> adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel hasil penelitian, kajian teoritis, dan tinjauan pustaka dalam bidang kesehatan. Fokus dan ruang lingkup JIKMA meliputi berbagai disiplin ilmu kesehatan seperti kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, gizi, farmasi, analisis kesehatan, kedokteran dan ilmu kesehatan lainnya yang relevan.</p> <p data-start="563" data-end="838">JIKMA bertujuan menjadi media diseminasi ilmiah yang dapat mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik profesional di bidang kesehatan. Artikel yang diterbitkan telah melalui proses <strong data-start="753" data-end="768">peer-review</strong> yang ketat guna menjamin mutu dan integritas ilmiah setiap publikasi.</p> <p data-start="840" data-end="947">JIKMA terbit secara berkala <strong data-start="868" data-end="895">tiga kali dalam setahun</strong>, yaitu pada bulan <strong data-start="914" data-end="946">April, Agustus, dan Desember</strong>.</p> <ul data-start="949" data-end="1107"> <li data-start="949" data-end="972"> <p data-start="951" data-end="972"><strong data-start="951" data-end="959">ISSN</strong>: 2829-6516</p> </li> <li data-start="973" data-end="1001"> <p data-start="975" data-end="1001"><strong data-start="975" data-end="989">DOI Prefix</strong>: 10.64418</p> </li> <li data-start="1002" data-end="1038"> <p data-start="1004" data-end="1038"><strong data-start="1004" data-end="1023">Jenis Publikasi</strong>: Open Access</p> </li> <li data-start="1039" data-end="1107"> <p data-start="1041" data-end="1107"><strong data-start="1041" data-end="1051">Bahasa</strong>: Bahasa Indonesia (dengan abstrak dalam Bahasa Inggris)</p> </li> </ul> <p data-start="1109" data-end="1304">Jurnal ini terbuka untuk penulis dari berbagai institusi dan menyediakan akses terbuka terhadap seluruh artikel, guna mendukung penyebaran ilmu pengetahuan yang lebih luas dalam bidang kesehatan.</p> Yayasan Syalom Cipta Sumikolah en-US JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO 2829-6516 Asuhan Keperawatan dengan Teknik Latihan Genggam Bola untuk Meningkatkan Kekuatan Otot Ekstremitas Atas https://jurnal.jikma.net/index.php/jikma/article/view/269 <div><em><span lang="EN-US">Non-hemorrhagic stroke is a major cause of impaired physical mobility due to muscle weakness and decreased motor function. This condition makes it difficult for patients to perform daily activities and impacts quality of life. This study used a case study design (descriptive) on a 50-year-old male patient with a medical diagnosis of non-hemorrhagic stroke. The intervention provided was ball grip exercises two to three times daily for three days with a duration of 10–15 minutes per session. Data collection was carried out through direct observation of muscle strength, as well as daily subjective and objective patient evaluations. The results showed an increase in upper extremity muscle strength from a scale of 2/5 on the first day to 4/5 on the third day. The patient also showed increased tolerance for ambulation activities and the ability to grip objects stably. Ball grip exercises have been shown to help stimulate neuromuscular function, improve blood circulation, and accelerate motor recovery in stroke patients. Conclusion: Regular implementation of ball grip exercises is effective in increasing upper extremity muscle strength in non-hemorrhagic stroke patients with impaired physical mobility. This intervention can be used as one of the EBN-based non-pharmacological therapies in the nursing rehabilitation program for stroke patients.</span></em></div> Faramita Hangkiho Mega Lumingkewas Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO 2026-06-01 2026-06-01 5 1 15 25 Evidence Based Practice Senam Aerobic Low Impact Terhadap Penurunan Tanda dan Gejala Resiko Perilaku Kekerasan https://jurnal.jikma.net/index.php/jikma/article/view/259 <div><em><span lang="EN-US">The risk of violent behavior is an angry response manifested in the form of speaking with threatening words, carrying out actions that are dangerous to oneself, others, and the environment. The impact of violent behavior is a loss of self-control, harming oneself, others, and the environment. One nursing intervention that can be performed on patients at risk of violent behavior is low-impact aerobic exercise. Low-impact aerobic exercise is a gymnastics movement performed with a slow rhythm, meaning the movement is slower, with basic walking movements, one foot remaining on the floor, and no jumping movements at all. To determine the effectiveness of low-impact aerobic exercise on patients at risk of violence. A case study was used. Subjects were patients with mental disorders at risk of violence at Prof. VL. Ratumbuysang Hospital. Results: The study, using evidence-based nursing, found that low-impact aerobic exercise, performed three times a 24-hour period, reduced signs and symptoms of violent behavior, such as restlessness and pacing, irritability, and sharp and cynical speech. The results of the case study showed that after the intervention, Mrs. MA experienced a decrease in signs and symptoms of violent behavior. Recommendation: All healthcare workers should develop standard operating procedures (SOPs) for low-impact aerobic exercise, as it has many benefits, one of which is reducing signs and symptoms of violent behavior.</span></em></div> Neli Nilce Talasi Verra Karame Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO 2026-04-27 2026-04-27 5 1 1 7 Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita (12-59 Bulan) di Puskesmas Tuminting Tahun 2024 https://jurnal.jikma.net/index.php/jikma/article/view/262 <p>Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah penyakit yang menyerang bagian <br>pernafasan dan mengakibatkan kematian terutama pada kelompok usia 0-5 tahun di <br>Indonesia. Kasus ISPA di Indonesia terhitung mulai bulan januari hingga september <br>2023 cukup tinggi, yakni 1,5 sampai 1,8 juta kasus secara nasional. ISPA khusus <br>pada bayi dan balita menurut riskesdas tahun 2018 di provinsi Sulawesi Utara <br>sebanyak 1.989 kasus. sedangkan untuk kota Manado menurut data dari Dinas <br>Kesehatan kota Manado tahun 2023 sebanyak 8.747 kasus ISPA pada balita terjadi <br>di kota Manado. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan <br>dengan kejadian ISPA pada Balita (12-59 Bulan) di Puskesmas Tuminting Tahun <br>2024. Jenis penelitian adalah kuantatif menggunakan observasional analitik dengan <br>rancangan penelitian Cross sectional study. Waktu penelitian dilakukan pada bulan <br>Juni sampai Juli 2024 dengan sampel berjumlah 45 responden. Hasil penelitian yang didapat tidak ada hubungan antara usia dengan kejadian ISPA dengan p-value 0,06, tidak ada hubungan antara pemberian vitamin <br>A dengan Kejadian ISPA dengan p-value 0,387, tidak ada hubungan antara Riwayat <br>Imunisasi dasar dengan Kejadian ISPA dengan p-value 0,257. Kesimpulan penelitian ini yaitu tidak ada hubungan antara variabel Usia, Pemberian Vitamin A, dan Riwayat Imunisasi Dasar dengan Kejadian ISPA pada <br>Balita (12-59 Bulan) di Puskesmas Tuminting Tahun 2024.</p> Sharon Lady Lendongan Grace D. Kandou Jeini E. Nelwan Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO 2026-05-08 2026-05-08 5 1 7 14